Senin, 22 Agustus 2016



Inilah Kondisi Pendidikan Negeriku
            Indonesia bisa dikatakan belum terlalu siap untuk menghadapi MEA dikarenakan tenaga kerjanya kurang memiliki bekal. Yang pertama dan yang paling penting adalah skill atau keahlian. Sebenarnya pemerintah sudah mempersiapkan hal ini, dengan menyediakan kegiatan pelatihan secara gratis. Namun, sepertinya banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya.
            Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai tenaga kerja di Indonesia, kita akan membahas dari hal yang paling mendasar yaitu pendidikan. Pendidikan di Indonesia kini dalam keadaan buruk khususnya di pendalaman negeri kita. Kita ambil contoh di Kota Papua. Disana kalian akan lihat keterbatasan akses untuk kesekolah, jumlah guru yang tidak memadai, juga mutu guru itu sendiri yang dinilai masih kurang.
            Tidak disetiap desa di pedalaman terdapat sekolah dasar. Kadang hanya ada satu sekolah dasar dalam satu distrik. Para siswa harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa merasakan bangku sekolah. Seperti yang terjadi di pedalaman NTT. Anak-anak harus berjalan selama 1-2 jam melintasi hutan dan bukit yang berjarak hamper 6 km untuk sampai ke sekolah mereka. Seperti yang terjadi di kabupaten Yahukimo-papua, disini terdapat 66 sekolah akan tetapi hanya terdapat 117 orang guru. Itu artinya setiap sekolah hanya mempunyai kurang dari dua orang guru (suara pembaharuan). Umumnya para guru enggan untuk di tempatkan di daerah pedalaman karena medan yang berat dan gaji yang sering terlambat.

            Dengan ruang belajar seadanya, alas seadanya, dan guru yang kurang memadai membuat anak-anak tidak mempunyai semangat untuk belajar. Bagaimana mereka akan mampu menghadapi persaingan? Untuk tingkat Indonesia saja mereka belum tentu mampu apalagi untuk tingkat Asia.

            Pemerintah telah melakukan upaya untuk mengatasai kesenjangan pendidikan antara kota dan daerah ini pada tahun 2007 dengan mengeluarkan kebijakan pembangunan pendidikan yang mencakup
(1) pemerataan dan perluasan akses pendidikan,
 (2) peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, dan
(3) pemantapan good govermance.
            Kebijakan itu diarahkan untuk mengupayakan perluasan dean pemerataan untuk memperoleh pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Seperti telah disebutkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) Tahun 1999-2004 (TAP MPR No. IV/MPR/1999) yang berbunyi “mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti”

Ayudyah Ratih Hapsari
- EduTech16

Tidak ada komentar:

Posting Komentar